Senin, 19 November 2012

makalah manusia sebagai mahluk sosial dan budaya



MAKALAH



MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL DAN BUDAYA
                     CREATED BY:
AGUSTINI EKA WARDANI[2SA01]/10611396


A. Habitat manusia sebagai makhluk individu dan sosial
    Manusia sebagai makhluk individu artinya manusia sebagai makhluk hidup atau makhluk individu maksudnya tiap manusia berhak atas milik pribadinya sendiri dan bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Manusia individu adalah subyek yang mengalami kondisi manusia. Ini diikatkan dengan lingkungannya melalui indera mereka dan dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis kelamin mereka serta status sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil.
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu habitatnya maksudnya tiap manusia saling membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi dan berinteraksi.  Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya.

B. Peranan manusia sebagai mahluk individu dan sosial
     Individu dalam hal ini adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkahlaku spesifik tentang dirinya. Akan tetapi dalam banyak hal banyak pula persamaan disamping hal-hal yang spesifik tentang dirinya dengan orang lain. Disini jelas bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosaialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian, serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek yang melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Apabila terjadi kegoncangan pada salah satu aspek, maka akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.
Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan. Manusia memiliki tugas untuk menjaga lingkungan demi menjaga kelansungan hidup manusia itu sendiri dimasa akan datang.

     Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara
kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.

 D. Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat
      Individu yang termasuk kepentingan keluarga, kelompok atau golongan dan kepentingan masyarakat yang termasuk kepentingan rakyat . Dalam diri manusia, kedua kepentingan itu satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Apabila salah satu kepentingan tersebut hilang dari diri manusia, akan terdapat satu manusia yang tidak bisa membedakan suatu kepentingan, jika kepentingan individu yang hilang dia menjadi lupa pada keluarganya, jika kepentingan masyarakat yang dihilangkan dari diri manusia banyak timbul masalah kemasyarakatan contohnya korupsi. Inilah yang menyebabkan kebingungan atau dilema manusia jika mereka tidak bisa membagi kepentingan individu dan kepentingan masyarakat. Dilema anatara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat adalah pada pertanyaan mana yang harus diutamakan, kepentingan manusia selaku individu atau kepentingan masyarakat tempat saya hidup bersama? Persoalan pengutamaan kepentingan individu atau masyarakat ini memunculkan dua pandangan yang berkembang menjadi paham/aliran bahkan ideologi yang dipegang oleh suatu kelompok masyarakat.
 Kita semua berharap pada setiap perubahan jaman yang akan mewujudkan harapan dan cita-cita setiap individu sebagai personalitas dan masyarakat sebagai komplementer. Karena terwujudnya suatu tatanan kehidupan yang harmonis dalam suatu lingkungan yang damai adalah harapan setiap insan di dunia dan meskipun dengan meniadakan sama sekali terjadinya konflik adalah suatu hal yang tidak mungkin disebabkan banyaknya kepentingan individu (egoistis, atomistis) dalam mencapai tujuannya dan individu didalam suatu masyarakat (kolektivistis) terkadang memungkin terjadinya konflik dan penyerapan konflik diupayakan melalui hasrat yang bersifat mengatur atau menjaga keseimbangan karena apabila tidak suatu fungsi yang mengatur atau menjaga keseimbangan maka kedua kepentingan tersebut akan tidak dapat dikendalikan.

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia adalah salah satu makhluk Tuhan di dunia.
Makhluk Tuhan di ala mini dapat dibagi yaitu :
- Alam – tumbuhan
- Binatang – Manusia
Sifat-sifat yang dimiliki dari keempat makhluk diatas adalah :
1. Alam memiliki sifat wujud
2. Tumbuhan memilliki sifat wujud dan hidup
3. Binatang memiliki sifat wujud,hidup dan dibekali nafsu
4. Manusia memiliki sifat wujud,hidup,dibekali nafsu,serta akal budi
Akal budi merupakan kelebihan yang dimiliki oleh manusia.
Akal adalah kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat.
Budi artinya akal juga atau arti lain bagian dari hati.
Bahasa Sanskerta Budi yaitu Budh yang artinya akal.Hal ini dilengkap oleh kamus Lengkap
Bahasa Indonesia Budi adalah bagian dari kata hati yang berupa paduan akal dan perasaan yang
dapat membedakan baik dan buruk.
Istilah lain dari kata budi yaitu :
- Tabiat
- Peranggai dan
- Akhlak



Dengan akal dan budi inilah manusia mampu menciptakan bebagai hal antara lain :
- Menciptakan
- kreasi
- Memperlakukan
- Memperbaruhi
- Memperbaiki
- Mengembangkan dan
- Meningkatkan sesuatu


Kepentingan Hidup Manusia adalah dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan hidup ini dapat dibagi :
1. Kebutuhan yang bersifat kebendaan (sarana dan prasarana)
2. Kebutuhan yang bersifat rohani,mental atau psikologis


Menurut Abraham Maslow seorang ahli psikologi,berpendapat bahwa kebutuhan manusia
dapat dibagi 5 tingkatan yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis(Physiological needs) yaitu merupakan kebutuhan Primer,dasar,dan
vital.contohnya (makanan,pakaian,tempat tinggal,sembuh dr sakit dll)
2. Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (Safety and security needs) yaitu kebutuhan ini
menyangkut perasaan,seperti bebas dari rasa takut,terlindung dr ancaman dan
penyakit,perang,kemiskinan,kelaparan,perlakuan tdk adil dan sebagainya.
3. Kebutuhan sosial(sosial needs).Kebutuhan ini merupakan kebutuhan akan
dicintai,diperhitungkan sebagai pribadi,diakui sebagai anggota kelompok,rasa setia
kawan,kerja sama,persahabatan,interaksi dll.
4. Kebutuhan akan penghargaan(esteem needs).Merupakan kebutuhan akan dihargai
kemampuan,kedudukan,jabatan,status,pangkat,dan sebagainya.
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri(self actualization).Merupaka kebutuhan memaksimalkan
penggunaan potensi,kemampuan,bakat,kreativitas,ekpresi diri,pretasi
Dengan akal budi manusia mampu menciptakan suatu kebudayaan.dimana keudayaan itu
sendiri adlah hasil dari akal budi dlm interaksinya,baik dgan alam atau manusia lainnya.


B. APRESIASI TERHADAP KAMANUSIAN DAN KEBUDAYAAN
1. Manusia dan Kemanusian
Kemanusia istilah lain dari abstrak atau dsbt Human dan
Manusia itu sndri adlah konkret atau disebut Homo
Kemanusia bearti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi harkat dan
martabatnya.Dengan menggambarkan ungkapan akan hakikat dan sifat yang dimiliki oleh
makhluk manusia.


Hakikat manusia bisa dipandang secara segmental/parsial,misalnya sebagai :
- Homo economicus -Homo socius
- Homo homoni lupus -Homo faber dan
- Zoon politicon


Hakikat manusia Indonesia berdasarkan Pancasila dikenal sebagai Hakikat kodrat
Monopluralis,yang terdiri dari :
1. Monodualis susunan kodrat terdiri dari aspek keragaan dan kejiwaan.Keragaan meliputi
(wujud materi anorganis benda mati,vegetatif dan animalis.Sedangkan kejiwaan meliputi
cipta,rasa,dan karsa.
2. Monodualis sifat kodrat terdiri dari individu dan segi sosial.
Monodualis kedudukan kodrat meliputi keberadaan manusia sebagai makhluk yang
berkpribadian merdeka (berdiri sendiri) dan keterbatasan makhluk Tuhan.


2. Manusia dan Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta,yaitu buddhayah yang arti lainnya (budi dan akal)
Definisi yang dikemukan oleh beberapa ahli yaitu :
1. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dr satu generasi ke
generasi lain,yang disebut superorganik.
2. Andreas Eppink kebudayaan mengandung pengertian,nilai,norma,ilmu pengetahuan serta
struktur sosial,religius, dan ditambah dengan pernyataan intelektual.
3. Edward B.Taylor kebudayaan merupakan yang kompleks didalamnya terkandung
pengetahuan,kepercayaan,kesenian,moral,hokum,adat istiadat dan kemampuan-kemampuan
yang didapat oleh masyarakat.
4. Selo Soemarjan dan Soemardi kebudayaan adalah sarana hasil karya,rasa,dan cipta
masyarakat.
5. Koentjaranigrat kebudayaan merupakan keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus
dibiasakan dengan belajar serta hasil budi pekerti.
J.J Hoeningman membagi kebudayaan menjadi 3 yaitu :
a. Gagasan (Wujud Ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang terbentuk kumpulan
ide,gagasan,norma dan peraturan yang tidak dapat diraba atau disentuh.
b. Aktivitas (tindakan)
Aktivita adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam
masyarakat itu atau istilah lain system social.
c. Artefat (karya)
Artefat adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas atau menurut adat
dan perilaku.


Koentjaranigrat membagi wujud kebudayaan membagi menjadi 3 yaitu
1. Suatu kompleks ide,gagasan,nilai,norma,dan sebagainya
2. Suatu kompleks aktivitas atau tindakan berpola dari manusia dalam msyarakat
3. Suatu benda-benda hasil karya manusia
Tujuh unsur-unsur kebudayaan adalah :
a. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
b. Sistem mta pencaharian hidup
c. Sistem kemasyarakatan atau organisasi social
d. Bahasa
e. Kesenian
f. Sistem pengetahuan
g. Sistem religi


C. ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1. Etika manusia dalam berbudaya
Etika berasal dr kata Yunani,yaitu Ethos,secara etimologis etika adalah ajaran tentang
baik burukEtika sama artinya dengan moral (mores dalam bahasa latin) yang berbicara tentang
peredikat nilai susila,atau tidak susila,baik dan buruk.
Bertens menyebutkan ada tiga jenis makna etika yaitu :
1. Etika dalam nilai-nilai atau norma untuk pegangan seseorang atau kelompok orang dalam
mengatur tingkah laku.
2. Etika dalam kumpulan asas atau moral (dalam arti lain kode etik)
3. Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang baik dan buruk artinya daalam filsafat moral.
2. Estetika Manusia dalam Berbudaya
Estetika dapat diartikan lain sebagai teori tentang keindahan
Keindahan dapat diartikan beberapa hal yaitu :
1. Secaara luas yaitu mengandung ide yang baik yang meliputi watak indah,hukum yang
indah,ilmu yang indah,dan lain sebagainya.
2. Secara sempit yaitu indahn yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan (bentuk dan
warna)
3. Secara estetik murni yaitu menyangkut pengalaman yang berhubungan dengan
penglihatan,pendengaran dan etika
D. MEMANUSIAKAN MANUSIA
Memanusiakan manusia berarti perilaku manusia untukn senantiasa menghargai dan
menghormati harkat dan derajaat manusia.


E. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Bahwa dalam rangka pemenuhan hidupnya manusia akan berinteraksi dengan
sesama,masyarkat dengan masyarakat lain yang terjadi antarpersekutuan hidup manusia
sepanjang hidup mansuia.
Berkaitan dengan hal tersebut kita mengenal adanya tentang kebudayaan yaitu :
1. Pewaris Kebudayaan yaitu proses pemindahan,penerusan,pemilikan dan pemakaian dari
generasi ke generasi secara kesenambungan.
2. Perubahan Kebudayaan yaitu perubaha yang terjadi karena ketidaksesuaian diantar unsurunsur
budaya.
3. Penyebaran Kebudayaan atau difusi adalah proses menyebarnya unsure-unsur kebudayaan
dari suatu kelompok ke kelompok yang lain atau dari masyarakat ke masyarakat yang lain.
Menurut seorang sejarawan Arnold.J.Toynbee ada 3 aspek penyebaran budaya yaitu :
Contohnya masuknya budaya barat ke timur,tidak mengambil budaya barat keseliruhan,tetapi
unsur tertentu yaitu unsure teknologinya.
1. Kekuatan untuk menembus suatu budaya berbanding terbalik dengan nilainya.
Contohnya Religi adalah lapis dalam dari budaya.
2. Jika satu unsur budaya masuk maka akan menarik unsure budaya lainnya.
3. Unsur budaya ditanah asalnya tidak berbahaya,bisa menjadi berbahaya bagi mayarakat yang
didatanginya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar